
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,19% pada perdagangan Selasa. Pelemahan saham sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi membuat bursa Jepang gagal keluar dari zona merah.
Sumitomo Chemical menjadi saham dengan kinerja terbaik setelah melonjak 8,37%. Tokyo Electric Power menguat 6,36%, sedangkan Mitsui Chemicals bertambah 6,08% pada akhir perdagangan.
Tekanan terbesar datang dari Furukawa Electric yang turun 4,03%, Recruit Holdings sebesar 3,95%, dan Pan Pacific International Holdings sebesar 3,77%. Penurunan tersebut membawa saham Pan Pacific menyentuh level terendah dalam 52 pekan.
Jumlah saham yang naik mencapai 1.757 emiten, sedikit lebih banyak dibandingkan 1.721 saham yang turun. Namun, indeks volatilitas Nikkei melonjak 19,70% menjadi 27,83, menunjukkan meningkatnya kegelisahan investor. Pada saat bersamaan, Brent naik ke US$91,20 per barel dan yen melemah mendekati 160 per dolar AS.
Penurunan Nikkei yang terbatas menyembunyikan peningkatan risiko di dalam pasar. Minyak mahal dan pelemahan yen berpotensi memperbesar biaya impor serta inflasi Jepang, sedangkan level yen mendekati 160 meningkatkan risiko intervensi atau kenaikan suku bunga BoJ. Kombinasi tersebut dapat mempertahankan tekanan terhadap saham transportasi, konsumen, dan perusahaan eksportir.