
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Indeks saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (1/9), seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa kondisi keuangan yang lebih ketat dapat menekan pertumbuhan ekonomi. S&P 500 turun 0,7%, Dow Jones melemah 419 poin, sementara Nasdaq 100 terkoreksi 1,3%.
Sentimen pasar tertekan oleh eskalasi serangan AS-Iran di Teluk Persia. Konflik tersebut memperpanjang gangguan ekspor energi dari kawasan Timur Tengah dan kembali meningkatkan risiko inflasi global.
Kenaikan risiko inflasi membuat pasar memperkirakan bank sentral utama masih berpeluang melanjutkan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Kondisi ini menekan aset berisiko, terutama saham dengan valuasi tinggi yang sensitif terhadap perubahan yield.
Tekanan tambahan datang dari lonjakan penerbitan utang korporasi yang berkaitan dengan sektor kecerdasan buatan atau AI. Peningkatan pasokan kredit tersebut ikut mendorong yield lebih tinggi dan memperberat tekanan pada saham teknologi.
Saham teknologi memimpin pelemahan pasar. Micron turun 2,6%, AMD melemah 2,4%, Oracle dan Palo Alto Networks masing-masing turun 5,2%, sementara Dell anjlok 6,8%. Nvidia juga melemah 1,5% meskipun ada kesepakatan komputasi senilai US$35 miliar antara Lambda dan Anthropic.
Analisis Newsmaker: Pelemahan Wall Street menunjukkan investor mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko karena kombinasi yield tinggi, risiko inflasi energi, dan ketegangan geopolitik. Tekanan paling besar masih terlihat pada saham teknologi dan AI yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar. Jika yield terus naik dan konflik AS-Iran memperpanjang kenaikan harga energi, Nasdaq berisiko tetap tertekan. Namun, jika data ekonomi melemah dan ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, peluang rebound teknikal masih terbuka. (arl)
Sumber: Newsmaker.id