
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Rabu(28/10) setelah terkoreksi selama dua sesi sebelumnya. Brent diperdagangkan di atas US$114 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$100 per barel, seiring investor mencermati hasil pemilu Israel yang berpotensi memengaruhi arah konflik dengan Iran.
Hasil sementara menunjukkan persaingan ketat antara blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot dan blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Keduanya belum memperoleh mayoritas yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan, sementara proses penghitungan suara masih berlangsung. Ketidakpastian politik tersebut membuat pasar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan perubahan arah kebijakan Israel terhadap Iran.
Di sisi lain, upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung setelah pejabat Arab Saudi, Pakistan, dan Turki melakukan pembicaraan di Teheran. Namun, Iran tetap mempertahankan sejumlah syarat untuk mengakhiri konflik. Ketidakpastian ini menjaga premi risiko pada minyak, setelah Brent melonjak lebih dari 85% sepanjang tahun akibat gangguan pasokan dan jalur energi.
Risiko terhadap pasokan masih tinggi setelah infrastruktur energi Arab Saudi kembali menjadi sasaran serangan Houthi. Kebakaran dilaporkan terjadi di dekat terminal ekspor Ras Tanura, meski telah berhasil dikendalikan. Sementara itu, Iran juga mengancam mengambil tindakan hukum terhadap kapal-kapal Sinokor terkait dugaan pelanggaran di kawasan Selat Hormuz.
Dari sisi pasokan AS, American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah turun sekitar 2 juta barel pada pekan lalu. Investor kini menunggu data resmi persediaan serta keputusan suku bunga Federal Reserve. Kombinasi ketidakpastian politik Israel, risiko Timur Tengah, dan kebijakan The Fed diperkirakan tetap menjadi penggerak utama harga minyak dalam jangka pendek.