
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
GBP/USD melemah ke sekitar 1,3300 pada perdagangan Asia Rabu (28/10), seiring investor mengambil sikap hati-hati menjelang penyampaian anggaran Inggris dan keputusan suku bunga The Fed. Pound berada di bawah tekanan karena pasar menunggu arah kebijakan fiskal Inggris sekaligus prospek suku bunga AS.
Menteri Keuangan Inggris John Healey dijadwalkan menyampaikan anggaran pertamanya dengan tekanan untuk meringankan biaya hidup rumah tangga sekaligus mendukung dunia usaha. Namun, ruang kebijakannya terbatas karena tingginya biaya pinjaman pemerintah dan kenaikan pajak besar yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya.
Di AS, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4%. Pasar akan mencermati komunikasi Ketua The Fed Kevin Warsh, terutama petunjuk mengenai kebijakan Desember. Nada hawkish berpotensi memperkuat dolar dan semakin menekan GBP/USD.
Pasar memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober mencapai sekitar 92,8%, sementara probabilitas kenaikan pada Desember berada di sekitar 84,4%. Ekspektasi tersebut membuat arah dolar menjadi salah satu faktor utama yang menentukan pergerakan pound dalam jangka pendek.\
Dari sisi teknikal, GBP/USD dinilai memiliki bias netral hingga bearish setelah bergerak di bawah area 1,3350–1,3355. Jika tekanan berlanjut, level 1,3300 menjadi perhatian, dengan ruang pelemahan berikutnya menuju kisaran 1,3250–1,3275. Namun, penurunan dapat menarik aksi beli dari investor yang mencari harga lebih rendah.
Sementara itu, komentar pejabat Bank of England, Greene, menunjukkan tekanan upah masih menjadi perhatian karena proses disinflasi upah dinilai terhenti. Kondisi ekonomi yang relatif tangguh dan risiko inflasi sekunder dapat membuat BoE lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga, sehingga berpotensi membatasi tekanan terhadap pound. (srh)
Sumber: Newsmaker.id