
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/JPY berada di level 158,12 pada perdagangan Senin (19/10), dengan yen masih berada di bawah tekanan terhadap dolar AS. Pergerakan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter AS dan Jepang, sementara investor juga mencermati potensi intervensi otoritas Jepang ketika yen kembali mendekati level yang dianggap sensitif.
Dari sisi AS, dolar masih mendapat dukungan dari inflasi yang relatif tinggi. Data CPI dan PPI terbaru menunjukkan tekanan harga masih kuat, sehingga peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada akhir tahun belum sepenuhnya hilang. Namun, sikap Ketua The Fed Kevin Warsh yang memilih tidak memberikan panduan mengenai keputusan suku bunga membuat pasar tetap berhati-hati dalam membangun posisi bullish terhadap dolar.
Sementara itu, yen menghadapi tekanan karena Bank of Japan masih mempertahankan pendekatan yang relatif hati-hati terhadap normalisasi kebijakan. Perbedaan tingkat suku bunga antara AS dan Jepang membuat aset berbasis dolar tetap lebih menarik bagi sebagian investor, sehingga menjaga USD/JPY di level tinggi.
Meski demikian, ruang penguatan USD/JPY juga menghadapi risiko dari pemerintah dan Bank of Japan. Kenaikan pasangan menuju area 158–160 dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan langkah untuk menahan pelemahan yen. Pernyataan kantor Jepang terkait stabilitas pasar valuta asing juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Di sisi lain, penurunan imbal hasil Treasury AS dapat memberikan sedikit ruang bagi yen untuk pulih. Jika imbal hasil AS kembali turun dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin berkurang, tekanan terhadap dolar berpotensi melemah sehingga USD/JPY dapat mengalami koreksi.
Analisis Newsmaker: USD/JPY masih menunjukkan bias kuat di level tinggi karena dolar relatif lebih unggul dari sisi fundamental, sementara yen belum mendapatkan katalis yang cukup kuat untuk melakukan rebound berkelanjutan. Namun, posisi di sekitar 158 membuat risiko intervensi Jepang dan koreksi teknikal semakin penting diperhatikan. Selama ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi, USD/JPY berpotensi bertahan kuat, tetapi pelemahan yield AS atau sinyal kebijakan yang lebih hawkish dari Jepang dapat menjadi pemicu pembalikan arah. (asd)
Sumber: Newsmaker.id