
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Australia kembali menguat mendekati level US$0,70 pada perdagangan Senin (19/10/2026), setelah sebelumnya menyentuh posisi terendah dalam beberapa bulan. Penguatan ini terjadi setelah pejabat senior Reserve Bank of Australia (RBA), Christopher Kent, mempertanyakan apakah tingkat suku bunga saat ini sudah cukup tinggi untuk mengendalikan inflasi. Pernyataan tersebut membuat pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan di Australia.
Meskipun RBA telah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali sepanjang tahun ini hingga mencapai 4,6%, Kent menilai kebijakan tersebut belum tentu cukup untuk menekan permintaan dan kenaikan harga. Pasalnya, tingkat suku bunga netral, yaitu tingkat bunga yang tidak mendorong maupun memperlambat perekonomian, diperkirakan semakin meningkat. Jika kondisi ini benar terjadi, suku bunga 4,6% mungkin tidak memberikan tekanan sebesar yang sebelumnya diperkirakan terhadap aktivitas ekonomi Australia.
Namun, kondisi pasar tenaga kerja Australia justru menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Tingkat pengangguran pada September meningkat menjadi 4,7%, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, Kent mengingatkan agar pasar tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya berdasarkan data ketenagakerjaan satu bulan. Kondisi ini menempatkan RBA dalam situasi yang cukup sulit, karena harus menjaga inflasi tetap terkendali tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, penguatan dolar Australia juga mendapat dukungan dari melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dalam pertemuan IMF menyatakan bahwa dirinya tidak ingin mendahului keputusan suku bunga sebelum rapat resmi berlangsung. Pernyataan tersebut tidak memberikan sinyal kenaikan bunga dalam waktu dekat, sehingga membantu mengurangi tekanan dolar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk dolar Australia.
Ke depan, arah pergerakan AUD/USD akan sangat bergantung pada perbedaan kebijakan suku bunga antara RBA dan The Fed. Jika RBA kembali membuka peluang kenaikan bunga sementara The Fed memilih mempertahankan suku bunga, dolar Australia berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level US$0,70. Sebaliknya, apabila pelemahan pasar tenaga kerja Australia semakin dalam atau dolar AS kembali menguat, AUD/USD berisiko mengalami tekanan. Investor kini akan mencermati data inflasi dan tenaga kerja Australia serta keputusan suku bunga The Fed pada 27–28 Oktober sebagai penentu arah pasar berikutnya.