
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Poundsterling Inggris masih kesulitan melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (19/10/2026). Pasangan mata uang GBP/USD bergerak di sekitar level 1,3330 setelah sempat mendekati 1,3300. Meskipun pembeli mulai kembali masuk ke pasar, penguatan poundsterling masih terbatas karena dolar AS mendapat dukungan dari ketidakpastian kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sebelumnya, dolar AS sempat melemah ke level terendah dalam dua pekan pada Jumat, sekaligus mengakhiri penguatan selama empat minggu berturut-turut. Pelemahan tersebut dipicu oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, Ketua The Fed Kevin Warsh memilih tidak memberikan petunjuk mengenai keputusan suku bunga mendatang. Sikap tersebut membuat pelaku pasar mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga pada Oktober, meskipun data inflasi AS sebelumnya menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan.
Namun, tekanan terhadap dolar AS mulai berkurang karena pasar masih memperkirakan peluang lebih dari 90% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember. Ekspektasi tersebut didorong kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi yang dapat memperburuk inflasi Amerika Serikat. Harga minyak mentah juga sempat melonjak pada Jumat akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sehingga memperbesar risiko kenaikan harga barang dan jasa dalam beberapa bulan mendatang.
Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Garda Revolusi Iran melaporkan sebuah kapal tanker mengalami ledakan dan kebakaran akibat menghantam ranjau laut di Selat Hormuz. Selain itu, pejabat keamanan senior Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa negaranya telah menyiapkan rencana balasan apabila terjadi serangan baru dari Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut mendorong investor untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan minat terhadap dolar AS sebagai salah satu aset yang dianggap aman ketika ketidakpastian global meningkat.
Di sisi lain, poundsterling masih mendapat dukungan dari meningkatnya perkiraan kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) sebesar 25 basis poin pada November. Kebijakan bunga yang lebih tinggi berpotensi membuat mata uang Inggris lebih menarik bagi investor. Ke depan, GBP/USD berpeluang melanjutkan penguatan apabila ekspektasi kenaikan bunga BoE semakin kuat dan dolar AS kembali melemah. Sebaliknya, apabila tekanan inflasi Amerika meningkat dan The Fed mempertahankan sikap ketat, poundsterling berisiko kembali tertekan ke sekitar level 1,3300.