
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (9/10) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan umum sela pada November. Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah yang sebelumnya mendorong volatilitas tinggi di pasar minyak. Brent ditutup naik tipis 19 sen, sementara WTI bertambah 36 sen.
Trump juga menyebut adanya “diskusi produktif” dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah mengganggu pasar energi global. Pernyataan tersebut membuat premi risiko geopolitik mulai berkurang karena pasar melihat peluang eskalasi langsung antara AS dan Iran dalam jangka pendek semakin kecil. Namun, ketidakpastian masih tinggi mengingat aktivitas militer dan risiko terhadap pelayaran di kawasan tetap berlangsung.
Sentimen bearish terhadap minyak juga datang dari China, importir minyak terbesar dunia, yang berencana kembali mengekspor produk bahan bakar setelah aktivitas tersebut sempat dihentikan selama libur Golden Week. Kembalinya ekspor produk minyak China berpotensi menambah pasokan ke pasar global dan memberikan tekanan terhadap harga. Di sisi lain, Selat Hormuz masih menjadi perhatian karena jalur tersebut sebelumnya membawa sekitar 20% pasokan minyak dan bahan bakar global.
Pasar juga masih menghadapi gangguan pasokan dari Amerika Serikat akibat Badai Isaias. Produsen di Teluk Meksiko telah menghentikan sekitar 1,3 juta barel per hari produksi minyak, atau sekitar 62,9% dari produksi kawasan tersebut. Kondisi ini menjadi faktor penahan bagi penurunan harga minyak karena potensi gangguan produksi AS dapat mengurangi pasokan global dalam jangka pendek.
Newsmaker melihat, pasar minyak saat ini masih berada dalam tarik-menarik antara meredanya risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan. Sinyal diplomasi Trump dengan Iran serta kembalinya ekspor produk China dapat menekan harga, tetapi risiko terhadap pelayaran di Selat Hormuz dan gangguan produksi akibat badai masih memberikan dukungan. Pergerakan minyak selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi AS-Iran dan seberapa besar gangguan pasokan benar-benar terjadi.
Sumber: Newsmaker.id