
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang menguat tipis ke bawah level 158 per dolar AS pada perdagangan Jumat(2/10) setelah data menunjukkan inflasi inti Tokyo meningkat menjadi 2,7% pada September. Angka tersebut melampaui target inflasi 2% Bank of Japan (BOJ) untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, sehingga kembali menjadi perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter Jepang.
Namun, penguatan yen masih terbatas setelah ringkasan pendapat dalam pertemuan BOJ September menunjukkan sinyal hawkish yang belum memberikan kejelasan mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya. BOJ memang menyoroti perlunya mencegah inflasi bergerak terlalu jauh di atas target, tetapi belum memberikan panduan tegas mengenai kapan pengetatan akan dilakukan.
Di sisi lain, yen masih berada dalam jalur penurunan mingguan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Dolar AS yang kuat dan tingginya imbal hasil Treasury menjadi tekanan utama, terutama di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan suku bunga ketat untuk menghadapi inflasi yang dipicu kenaikan harga energi.
Perbedaan arah kebijakan moneter AS dan Jepang menjadi faktor penting bagi USD/JPY. Jika The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi sementara BOJ menaikkan suku bunga secara lebih bertahap, selisih imbal hasil kedua negara dapat tetap lebar dan memengaruhi permintaan terhadap dolar dibandingkan yen.
Ke depan, pasar akan mencermati perkembangan inflasi Jepang, kebijakan BOJ, yield Treasury AS, serta prospek suku bunga The Fed. Kombinasi faktor tersebut akan menentukan apakah penguatan yen dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan dari kuatnya dolar AS.(gn)
Sumber: Newsmaker.id