
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali menghadapi tekanan pada sesi Asia Selasa (27/10) setelah dolar AS menguat, menghentikan rebound tipis pada perdagangan sebelumnya. Meski demikian, XAU/USD masih bertahan di atas level psikologis US$4.000, karena investor cenderung menahan posisi menjelang keputusan FOMC pada Rabu.
Tekanan terhadap emas datang dari ekspektasi bahwa The Fed masih berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih berada di atas 80%, terutama karena kekhawatiran inflasi yang dipicu tingginya harga energi.
Perhatian utama investor kini tertuju pada pernyataan kebijakan The Fed dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh setelah keputusan suku bunga. Tanpa proyeksi ekonomi terbaru, setiap perubahan nada komunikasi akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter dan pergerakan dolar AS.
Selain FOMC, pasar akan menantikan PDB AS kuartal III dan data PCE untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi dan tekanan inflasi. Kenaikan kembali imbal hasil obligasi AS dari level terendah tiga pekan juga memberikan dukungan bagi dolar dan meningkatkan tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Risiko geopolitik turut membatasi peluang pemulihan emas. Pembicaraan AS-Iran yang masih buntu serta serangan terbaru kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi membuat premi risiko tetap tinggi. Dengan kombinasi dolar yang menguat, yield yang kembali naik, dan ketidakpastian geopolitik, emas masih menghadapi risiko penurunan meski level US$4.000 sejauh ini mampu bertahan. (srh)
Sumber: Newsmaker.id