
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu (23/9) setelah gagal melanjutkan rebound dari pelemahan sebelumnya. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.344 per troy ounce, dengan tekanan utama datang dari penguatan dolar AS yang masih bertahan dekat level tertinggi sejak akhir Juli. Investor terus mencermati prospek kebijakan moneter The Fed yang masih mengarah pada suku bunga lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Tekanan terhadap emas muncul setelah Federal Reserve memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka pada tahun ini. Sejumlah pejabat The Fed seperti Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai tekanan inflasi masih membutuhkan kebijakan yang lebih ketat. Sementara itu, Susan Collins dan Tom Barkin juga membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang berkelanjutan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai sekitar 90%. Ekspektasi tersebut membuat dolar AS tetap diminati investor karena menawarkan daya tarik imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga memberikan tekanan terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Dari sisi geopolitik, ketegangan Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya menghadapi keputusan besar antara mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil langkah lebih keras jika konflik tidak terselesaikan. Di sisi lain, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan khusus AS Steve Witkoff kembali membahas kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Meski demikian, penurunan harga minyak dan pelemahan imbal hasil obligasi AS membantu membatasi tekanan terhadap emas. Investor kini menunggu sejumlah katalis penting, termasuk data aktivitas ekonomi global, komentar pejabat The Fed, serta pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan arah aset safe haven. (asd)