
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di sekitar 102,5 pada Selasa (13/10) dan masih bertahan dekat level terkuat sejak April 2025. Investor memilih berhati-hati menjelang rangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Perhatian utama pasar tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis Rabu, kemudian disusul data Producer Price Index (PPI) pada Kamis. Saat ini, pasar memperkirakan sekitar 80% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober, sementara peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 88%.
Selain data inflasi, investor juga akan mencermati data penjualan rumah yang sudah ada serta komentar sejumlah pejabat The Fed, termasuk Christopher Waller, Tom Barkin, dan Susan Collins. Pernyataan mereka dapat memberikan gambaran mengenai seberapa serius bank sentral melihat risiko inflasi dan apakah kenaikan suku bunga lanjutan masih diperlukan.
Dolar juga mendapat dukungan dari permintaan safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Amerika Serikat mempertimbangkan kemungkinan membantu Arab Saudi menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman. Sementara itu, gencatan senjata energi Rusia-Ukraina yang baru diumumkan juga mulai dipertanyakan setelah muncul laporan mengenai pelanggaran kesepakatan.