
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak mentah terkoreksi setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut yang mencapai lebih dari 6%. Brent turun sekitar 0,9% ke US$105,68 per barel, sementara WTI melemah 0,9% ke US$92,87. Koreksi terjadi setelah harga sebelumnya terdorong kekhawatiran bahwa meluasnya konflik di Timur Tengah dapat menghambat pemulihan pasokan minyak dari kawasan tersebut.
Tekanan geopolitik masih menjadi perhatian utama pasar. Serangkaian serangan drone dan rudal kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur dan jalur energi. Serangan terhadap bandara Riyadh dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai sekitar 300 lainnya. Risiko semakin besar setelah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz mendorong sejumlah kapal supertanker memilih menghindari kawasan Teluk Persia.
Di sisi lain, prospek tambahan pasokan mulai memberikan tekanan terhadap harga. Rusia menyetujui pelepasan lebih banyak diesel setelah mendapat permintaan dari Presiden AS Donald Trump, sementara Trump juga mengatakan terdapat pelanggaran terhadap gencatan senjata energi Rusia-Ukraina. Di Arab Saudi, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz dengan meningkatkan kapasitas ekspor melalui jalur pipa alternatif. Saudi Aramco berpotensi menambah kapasitas ekspor sekitar 1,2 juta barel per hari dalam tujuh hingga delapan pekan.
Langkah tersebut menunjukkan upaya negara produsen untuk menjaga kelancaran distribusi energi meskipun risiko geopolitik masih tinggi. Namun, pemulihan arus minyak Timur Tengah ke level mendekati sebelum perang justru membuat pasar rentan apabila terjadi gangguan baru. Newsmaker melihat, Oil saat ini berada dalam tarik-menarik antara tambahan pasokan dan premi risiko geopolitik. Jika jalur alternatif Saudi berhasil diperkuat dan pasokan Rusia bertambah, tekanan harga dapat berlanjut. Sebaliknya, eskalasi konflik atau gangguan baru di Hormuz dan Laut Merah berpotensi kembali mendorong harga minyak lebih tinggi.