
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Euro kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu, dengan EUR/USD bergerak di sekitar 1,1125. Pasangan mata uang ini masih berada dalam tekanan setelah mencatat pelemahan selama beberapa sesi, sementara dolar bertahan dekat level tertinggi dua pekan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
Penguatan dolar didukung sikap hati-hati investor menjelang FOMC. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi perhatian utama tertuju pada kemungkinan bank sentral memberikan sinyal kenaikan bunga pada Desember. Yield Treasury AS tenor 10 tahun yang kembali berada di atas 5% turut meningkatkan daya tarik dolar.
Di sisi euro, tekanan datang dari tingginya harga energi serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis. Kenaikan biaya energi berpotensi menjaga tekanan inflasi di kawasan Euro sekaligus membebani pertumbuhan ekonomi, sementara ketidakpastian fiskal Prancis membuat investor tetap berhati-hati terhadap aset Eropa.
Pasar juga menantikan keputusan European Central Bank pada Kamis. ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga deposito di level saat ini, tetapi investor akan mencermati apakah tekanan inflasi dan harga energi membuka peluang pengetatan lanjutan. Perbedaan ekspektasi kebijakan antara The Fed dan ECB masih memberikan keuntungan relatif bagi dolar.
Dalam jangka pendek, arah EUR/USD akan sangat bergantung pada nada kebijakan The Fed dan ECB. Sinyal hawkish dari The Fed berpotensi mendorong pasangan ini kembali mendekati area 1,1100 hingga 1,1000, sementara komentar yang lebih dovish dapat membuka peluang rebound euro setelah tekanan yang berlangsung dalam beberapa sesi terakhir.(CP)