
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak dalam rentang terbatas di atas level psikologis $4.000 per troy ounce pada perdagangan Rabu, seiring investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve. Emas spot turun sekitar 0,4% ke $4.044,40 per troy ounce pada pukul 11.00 waktu London, setelah sempat pulih dalam dua sesi sebelumnya dari level terendah tiga bulan.
Pergerakan emas masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter AS. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, namun pasar tetap memperhitungkan kemungkinan kenaikan sebelum akhir tahun. Tingginya harga energi turut menjaga tekanan inflasi dan membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Investor juga menantikan rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures AS pada Kamis. Data inflasi yang menjadi acuan utama The Fed tersebut akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga, sekaligus memengaruhi arah dolar AS, yield Treasury, dan emas.
Emas sebelumnya mengalami aksi jual tajam setelah pelemahan saham-saham terkait kecerdasan buatan mendorong investor menjual logam mulia untuk menutup kerugian pada aset lain. Namun, pemulihan saham teknologi dalam beberapa sesi terakhir membantu meredakan tekanan tersebut dan memungkinkan emas kembali stabil di atas $4.000.
Meski demikian, risiko penurunan masih tetap terbuka karena likuiditas pasar relatif tipis dan suku bunga dinilai masih memiliki ruang untuk naik. Area di bawah $4.000 juga dinilai minim dukungan teknikal, sehingga emas masih rentan terhadap tekanan jual apabila dolar dan yield AS kembali menguat.
Dukungan terhadap emas tetap datang dari pembeli fisik dan pemburu harga murah, terutama dari rumah tangga Tiongkok. Namun, permintaan dari India cenderung lebih hati-hati karena sebagian pembeli memperkirakan koreksi harga masih dapat berlanjut. Dalam jangka pendek, emas membutuhkan kombinasi harga minyak yang lebih rendah, inflasi yang melandai, serta pelemahan dolar dan yield AS untuk mendapatkan momentum kenaikan yang lebih kuat.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id