
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Mata uang euro bergerak menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/10/2026) pagi, meskipun ketidakpastian politik dan memburuknya kondisi fiskal Prancis masih membayangi pasar. Pasangan EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1235 pada awal sesi Asia, mempertahankan posisinya di atas level psikologis 1,1200. Penguatan tersebut masih terbatas karena investor terus mencermati gelombang demonstrasi antipemerintah di Prancis, meningkatnya biaya pinjaman negara, serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve menjelang pertemuan pekan depan.
Tekanan terhadap euro meningkat setelah imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun menembus 5% pada perdagangan Rabu, untuk pertama kalinya dalam 24 tahun, sebelum kembali bergerak di sekitar 4,99%. Kenaikan biaya pinjaman tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap memburuknya kondisi keuangan pemerintah dan kebuntuan pembahasan anggaran negara. Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji mencegah terulangnya kerusuhan dan penjarahan, sementara kelompok Yellow Vest berencana menggelar demonstrasi besar di Paris pada Sabtu mendatang. Kepala Strategi Makro Global Saxo, John Hardy, menilai Prancis membutuhkan penyesuaian fiskal yang lebih nyata untuk mengendalikan tingkat utang dan memulihkan kepercayaan pasar.
Di sisi lain, pergerakan EUR/USD turut dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan CME FedWatch Tool yang dikutip dalam laporan pasar, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 27–28 Oktober masih relatif kecil, sementara pengetatan berikutnya lebih banyak diantisipasi pada Desember. Sikap bank sentral AS yang diperkirakan mempertahankan suku bunga dapat memberikan ruang bagi euro untuk stabil, meskipun risiko politik Prancis masih membatasi penguatan. Investor juga menantikan pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), Fabio Panetta, serta perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter untuk memperoleh petunjuk mengenai arah mata uang Eropa berikutnya.