
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin melonjak ke atas US$80.00 pada perdagangan Selasa (25/8), sekaligus menyentuh level tertinggi sejak Mei. Kenaikan ini membawa penguatan Bitcoin sejak pertengahan Agustus menjadi sekitar 28%, menunjukkan minat pasar terhadap aset kripto kembali meningkat.
Reli Bitcoin dipicu oleh sejumlah sentimen positif, terutama kembalinya minat terhadap tema debasement trade. Tema ini kembali mencuat setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan rencana peningkatan pembelian obligasi pemerintah tenor panjang, yang menekan yield jangka panjang dan dolar AS.
Pelemahan dolar membuat aset alternatif seperti Bitcoin kembali menarik bagi investor. Dalam kondisi pasar yang khawatir terhadap risiko fiskal AS dan potensi penurunan nilai mata uang, Bitcoin ikut mendapat dorongan sebagai salah satu aset yang dianggap dapat menjadi lindung nilai terhadap tekanan dolar.
Dukungan tambahan datang dari arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot Amerika Serikat. Produk tersebut mencatat inflow mingguan terkuat dalam 10 bulan, dengan dana masuk mencapai US$1,92 miliar, menandakan meningkatnya partisipasi investor institusional dalam reli terbaru kripto.
Ekspektasi bahwa pemerintahan Trump akan terus memberikan dukungan terhadap industri cryptocurrency juga ikut memperkuat permintaan. Sentimen regulasi yang lebih ramah dinilai dapat membuka ruang lebih besar bagi aset digital untuk menarik minat investor jangka menengah.
Kenaikan tajam Bitcoin juga memicu short squeeze besar di pasar kripto. Sekitar US$7,2 miliar posisi bearish dengan leverage dilikuidasi pada pekan lalu, sehingga mempercepat dorongan harga ke atas ketika para pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh turun dipaksa menutup posisi.
Meski menguat tajam, Bitcoin masih berada jauh di bawah rekor tertingginya sekitar US$126.000 yang dicapai pada Oktober lalu. Kondisi ini membuat analis tetap berhati-hati, karena reli saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan permintaan berkelanjutan.
Analisis Newsmaker: Kenaikan Bitcoin di atas US$80.000 menunjukkan aset kripto kembali mendapat momentum dari kombinasi pelemahan dolar, arus masuk ETF, dan sentimen debasement trade. Namun, reli yang banyak didorong oleh short covering perlu dicermati karena bisa memicu volatilitas tinggi jika tekanan beli mulai mereda. Selama BTC mampu bertahan di atas area US$80.000, peluang menuju area US$83.000–US$85.000 masih terbuka. Namun, jika gagal mempertahankan level tersebut, koreksi sehat dapat terjadi karena sebagian pelaku pasar mulai mengunci keuntungan setelah kenaikan cepat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id