
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melanjutkan reli pada perdagangan Senin (24/8) setelah mencatat kenaikan kuat pada pekan sebelumnya. Emas spot naik 1,1% ke US$4.652,27 per troy ons, sementara emas berjangka menguat 0,6% ke US$4.708,41. Kedua kontrak tersebut berada di sekitar level tertinggi sejak pertengahan Mei, setelah masing-masing mencatat kenaikan mingguan sekitar 5%.
Penguatan emas kembali didorong oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika. Program buyback Treasury untuk obligasi jangka panjang yang diharapkan mampu menekan yield justru dinilai pasar hanya memberikan efek sementara. Kekhawatiran semakin besar setelah utang pemerintah AS menembus US$40 triliun, sehingga investor mulai mencari aset alternatif di luar mata uang fiat.
Pasar obligasi tetap menjadi faktor penting bagi emas. Yield Treasury 30 tahun sebelumnya sempat menyentuh 5,337%, level tertinggi lebih dari 19 tahun, sebelum turun sekitar 4,5 basis poin pada Senin. Yield 10 tahun juga turun sekitar 3,8 basis poin. Penurunan yield tersebut mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Fenomena ini kembali menghidupkan debasement trade, yakni perpindahan dana ke aset yang dianggap mampu mempertahankan nilai ketika investor mengkhawatirkan pelemahan mata uang dan meningkatnya beban utang pemerintah. Selain emas, Bitcoin juga mendapatkan manfaat dari narasi tersebut, sementara arus dana ke ETF berbasis emas melonjak lebih dari US$4 miliar dalam sepekan.
Analisis Newsmaker: momentum emas masih bullish, tetapi pasar kini memasuki fase krusial karena harga sudah mendekati US$4.700. Fokus utama akan beralih ke Core PCE AS pada Rabu dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Data inflasi yang lebih rendah atau pernyataan dovish berpotensi menekan dolar dan yield sehingga membuka ruang bagi emas untuk menembus level psikologis US$4.700. Sebaliknya, inflasi yang kembali panas dan sinyal hawkish dapat memicu profit taking setelah reli tajam dalam beberapa sesi terakhir. (arl)
Sumber : Newsmaker.id