
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali mencetak level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada perdagangan Senin (24/8), didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat. Kontrak emas berjangka New York naik 0,9% ke US$4.723,30 per troy ons, level tertinggi sejak pertengahan Mei. Sepanjang Agustus, emas telah melonjak sekitar 16%.
Penguatan emas kembali berkaitan erat dengan langkah Departemen Keuangan AS yang meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang setidaknya dua kali lipat. Kebijakan tersebut bertujuan menekan biaya pinjaman jangka panjang, tetapi justru memicu aksi jual dolar dan meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek fiskal AS. Dolar yang melemah membuat emas lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Program buyback Treasury juga kembali menghidupkan narasi currency debasement atau debasement trade. Investor mulai mencari aset yang dinilai mampu mempertahankan nilai ketika kepercayaan terhadap dolar dan mata uang fiat melemah. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong emas mempertahankan reli kuat setelah sebelumnya sempat menghadapi tekanan akibat kenaikan harga energi dan inflasi.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) Juli yang akan dirilis Rabu serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Kedua agenda tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS. Berdasarkan CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan 63% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September.
Analisis Newsmaker: fundamental emas masih menunjukkan bias bullish karena didukung oleh pelemahan dolar, kekhawatiran fiskal AS, dan meningkatnya permintaan safe haven. Namun, setelah kenaikan sekitar 16% sepanjang Agustus, risiko profit taking semakin besar. Jika PCE lebih tinggi dari perkiraan atau Warsh memberikan sinyal hawkish, kenaikan yield dan dolar dapat memicu koreksi. Sebaliknya, sinyal dovish dari The Fed berpotensi menjadi bahan bakar baru bagi emas untuk mempertahankan momentum di atas US$4.700.(yds)
Sumber: Newsmaker.id