
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu setelah pasar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan Amerika Serikat melanjutkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilu sela pekan depan. Di saat yang sama, investor terus memantau hasil pemilu Israel yang masih berlangsung ketat.
Brent diperdagangkan di sekitar US$115 per barel setelah melemah selama dua sesi sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak di atas US$101 per barel. Laporan terbaru menyebut Amerika Serikat telah meminta sejumlah negara Teluk Persia bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer singkat tetapi intens terhadap Iran.
Presiden AS Donald Trump disebut belum mengambil keputusan final mengenai serangan baru, namun dilaporkan condong mempertimbangkan operasi militer berskala besar setelah pemilu sela. Kondisi tersebut membuat pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik yang lebih tinggi ke dalam harga minyak.
Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sementara unggul tipis atas pemimpin oposisi Gadi Eisenkot. Namun, setelah lebih dari 70% suara dihitung, kedua kubu masih belum memiliki jalur yang jelas untuk mencapai mayoritas 61 kursi yang dibutuhkan guna membentuk pemerintahan.
Ketidakpastian politik Israel dan agenda pemilu sela AS membuat pasar tetap sensitif terhadap perkembangan di Teluk Persia. Upaya diplomasi juga belum memberikan kepastian, meski mediator Qatar dilaporkan telah menyampaikan rancangan kesepakatan baru kepada Iran. Pasar tetap berhati-hati karena proses negosiasi sebelumnya belum mampu menghasilkan penyelesaian permanen terhadap konflik.
Risiko pasokan juga masih tinggi setelah infrastruktur energi Arab Saudi berulang kali menjadi sasaran serangan Houthi yang didukung Iran. Insiden terbaru memicu kebakaran di dekat terminal ekspor minyak Ras Tanura, meski api berhasil dikendalikan. Brent kontrak Desember naik sekitar 1,1% ke US$115,09 per barel, sementara WTI menguat 1,9% ke US$101,76 per barel.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id