
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas sedikit rebound pada perdagangan Kamis (27/8) setelah dolar AS melemah, sementara investor mulai mengambil posisi menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole. Spot gold naik sekitar 0,4% ke US$4.609,97 per troy ons, setelah sehari sebelumnya anjlok 1,4%, penurunan harian terbesar dalam sepekan. Kontrak emas Desember naik 0,2% ke US$4.664,40.
Pelemahan dolar memberikan ruang bagi bullion untuk rebound karena emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Namun, kenaikan masih terbatas setelah harga sebelumnya sempat mencapai level tertinggi sejak pertengahan Mei sebelum terkena aksi profit taking.
Fundamental jangka menengah emas masih mendapat dukungan dari kekhawatiran terhadap pelemahan nilai dolar atau debasement trade. Sentimen ini kembali menguat setelah Departemen Keuangan AS memperbesar program buyback obligasi pemerintah tenor panjang. Permintaan dari ETF dan bank sentral juga tetap menjadi salah satu fondasi penting bagi harga emas.
Di sisi lain, data inflasi masih menjadi tantangan. PCE AS Juli naik 3,7% secara tahunan, tidak berubah dari Juni tetapi lebih tinggi dibanding perkiraan 3,6%. Angka tersebut menunjukkan tekanan harga masih cukup tinggi dan membuat Federal Reserve sulit untuk memberikan sinyal dovish secara agresif.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 34%, tetapi probabilitas kenaikan sebelum akhir tahun masih tinggi, sekitar 74% untuk Desember. Kondisi ini membuat arah emas sangat sensitif terhadap komentar Warsh mengenai inflasi, suku bunga, serta kondisi pasar obligasi.
Analisis Newsmaker: gold saat ini berada dalam fase rebound tetapi belum sepenuhnya aman. Pelemahan dolar dan permintaan investasi tetap mendukung, sementara PCE 3,7% menjaga risiko hawkish The Fed tetap hidup. Jika Warsh menekankan perlunya menekan inflasi dengan kebijakan lebih ketat, dolar dan yield berpotensi naik sehingga gold kembali tertekan. Sebaliknya, jika Warsh lebih berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga, emas berpeluang kembali mengejar area US$4.650–US$4.700.(arl)
Sumber: Newsmaker.id