
Trending
Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melemah pada perdagangan Kamis(27/8) karena investor mengurangi posisi menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole. Emas spot turun sekitar 0,5% ke US$4.572,91 per troy ounce, sementara kontrak berjangka melemah 0,6% ke US$4.624,99.
Meski terkoreksi, emas masih menuju kenaikan mingguan lebih dari 1%. Sentimen mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan suku bunga pada pertemuan September, terutama setelah harga minyak menurun seiring meningkatnya harapan diplomasi di Timur Tengah dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, tekanan inflasi AS yang masih tinggi membuat pasar belum sepenuhnya menutup peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Prospek suku bunga tinggi lebih lama menjadi hambatan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Pergerakan dolar AS juga menjadi perhatian karena emas memiliki hubungan terbalik yang kuat dengan greenback. Dolar yang menguat dapat membuat emas lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, sehingga nada hawkish dari Warsh berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap XAU/USD.
Di sisi lain, kebijakan buyback obligasi jangka panjang Departemen Keuangan AS masih menjadi penopang emas. Kekhawatiran terhadap defisit, tingginya utang pemerintah, dan potensi pelemahan daya beli dolar kembali menghidupkan narasi debasement trade, sehingga membantu menjaga tren positif emas sepanjang Agustus meski aksi profit taking masih muncul.
Sumber: Newsmaker.id