
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan sepanjang akhir pekan, menandai meningkatnya eskalasi konflik setelah beberapa pekan terakhir perhatian pasar sempat beralih ke upaya diplomasi di Selat Hormuz. Militer AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak pada Minggu setelah pasukan Garda Revolusi Iran terdeteksi mempersiapkan roket yang membawa ranjau laut untuk diarahkan ke Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan serangan dilakukan untuk mencegah ancaman terhadap jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut. Militer AS sebelumnya telah menyelesaikan operasi pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di Hormuz dan menegaskan akan terus menjaga kelancaran perdagangan melalui salah satu jalur energi terpenting dunia itu. Serangan di Pulau Larak menjadi operasi militer AS terhadap posisi Iran pertama yang diumumkan secara terbuka sejak akhir Juli.
Iran kemudian membalas serangan tersebut. Garda Revolusi Iran menyatakan serangan AS di Pulau Larak menyebabkan sejumlah tentaranya tewas dan terluka. Teheran kemudian meluncurkan operasi gabungan rudal dan drone terhadap pangkalan militer AS di Yordania, termasuk King Hussein dan Al Azraq. Iran mengklaim serangannya menargetkan fasilitas teknis, perbaikan, serta lokasi penempatan pesawat tempur dan menimbulkan kerusakan besar.
Pulau Larak memiliki posisi strategis karena terletak di Selat Hormuz dan digunakan Iran sebagai salah satu titik pemantauan aktivitas kapal. Kawasan tersebut semakin penting sejak konflik berkepanjangan mengganggu lalu lintas kapal melalui Hormuz. Amerika Serikat juga masih mempertahankan tekanan terhadap pelabuhan Iran dalam upaya mendorong Teheran membuka kembali jalur pelayaran secara lebih luas.
Risiko keamanan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil tak dikenal pada Sabtu ketika melintas melalui jalur selatan di dekat pantai Oman. Tidak ada korban dalam insiden tersebut, namun kapal-kapal yang melewati kawasan Hormuz diminta meningkatkan kewaspadaan.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id