
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pejabat tinggi keamanan Arab Saudi, Pakistan, dan Turki bertemu dengan para pemimpin Iran di Teheran pada Senin (26/10) dalam upaya meredakan ketegangan dan menghidupkan kembali jalur diplomasi. Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman, Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, serta Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin.
Pertemuan berlangsung sekitar satu pekan sebelum pemilu paruh waktu AS, setelah Presiden Donald Trump berulang kali mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah berbulan-bulan kebuntuan. Situasi tersebut membuat risiko geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi dan menjadi perhatian utama pasar energi.
Harga Brent masih berada di atas US$115 per barel, meski pada Senin mengalami koreksi sekitar 1%. Pelemahan tersebut terjadi setelah pertemuan di Teheran memberikan sinyal positif bahwa jalur dialog masih terbuka dan berpotensi mengurangi risiko eskalasi konflik.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran siap mengambil langkah untuk memperkuat kerja sama regional dan menyelesaikan perbedaan. Iran juga kembali menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai dan tidak bertujuan mengembangkan senjata nuklir.
Di sisi lain, risiko keamanan masih belum mereda. Kelompok Houthi yang didukung Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Arab Saudi. Pada Senin, pasukan koalisi Saudi menyatakan telah menghancurkan sejumlah fasilitas penyimpanan rudal dan peluncur milik Houthi setelah serangkaian serangan sepanjang akhir pekan.
Analisis Newsmaker: Pertemuan Saudi, Pakistan, Turki, dan Iran menjadi sinyal positif bagi pasar karena membuka peluang deeskalasi dan berpotensi menekan premi risiko geopolitik pada minyak. Namun, ancaman eskalasi masih tinggi menjelang pemilu AS 3 November. Kemajuan diplomasi dapat mendorong koreksi harga minyak dan memperbaiki sentimen risiko, sedangkan kegagalan negosiasi atau serangan baru berpotensi kembali mengangkat harga energi dan permintaan aset safe haven. (arl)
Sumber : Newsmaker.id