
Trending
.jpg)
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak melemah pada perdagangan Selasa (20/10) setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran berpotensi mendekati kesepakatan. Namun, laporan lain menyebutkan negosiasi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun hampir 2 basis poin ke 5,123%, dengan penurunan awal dipicu kabar geopolitik yang turut menekan harga minyak. Sementara itu, yield Treasury 2 tahun yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga berada di 4,789%.
Penurunan yield juga terjadi ketika pasar saham AS mulai pulih. Pada saat yang sama, harga minyak WTI melemah 0,67% ke US$97,58 per barel, sementara indeks dolar AS (DXY) turun 0,32% ke 101,66.
Dari sisi ekonomi, Pending Home Sales AS anjlok 7,3% pada September, jauh lebih buruk dibandingkan perkiraan penurunan 0,5%. Pelemahan tersebut dikaitkan dengan kenaikan suku bunga hipotek yang terus membebani permintaan di sektor perumahan.
Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Namun, ekspektasi kenaikan pada Desember masih cukup tinggi, dengan probabilitas sekitar 89% menurut Prime Terminal.
Analisis Newsmaker: Pergerakan Treasury saat ini menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan The Fed. Jika negosiasi AS-Iran menghasilkan kemajuan nyata, penurunan harga energi dapat membantu meredakan tekanan inflasi dan memberi ruang bagi yield untuk turun. Namun, data ekonomi yang melemah juga menjadi faktor penting karena dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru mengetatkan kebijakan.
Sumber : Newsmaker.id