
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dirilis pada Kamis (15/10) meningkat 1,3% secara bulanan pada September dan 6,3% secara tahunan. Kenaikan tersebut menjadi yang tercepat dalam lebih dari empat tahun dan terutama didorong oleh meningkatnya biaya energi yang mulai memberikan tekanan lebih besar terhadap perekonomian AS.
Tekanan harga juga terlihat pada PPI inti yang tidak memasukkan makanan dan energi. Indikator tersebut naik 0,7% secara bulanan dan 5% secara tahunan, menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak hanya berasal dari sektor energi, tetapi mulai meluas ke komponen lainnya.
Di sektor manufaktur, aktivitas industri New York menunjukkan penguatan signifikan. Indeks kondisi bisnis umum New York Fed naik 17,9 poin menjadi 25,5 pada Oktober, mencatat level tertinggi dalam hampir lima tahun. Kenaikan tersebut didukung oleh peningkatan pesanan baru dan pengiriman.
Tekanan inflasi juga diperkirakan belum mereda dalam waktu dekat. Indeks ekspektasi harga yang harus dibayar perusahaan dalam enam bulan ke depan naik ke level tertinggi sejak 2022. Kondisi ini menunjukkan pelaku usaha masih melihat adanya potensi kenaikan biaya produksi dalam beberapa bulan mendatang.
Analisis Newsmaker: PPI yang kembali panas, ditambah aktivitas manufaktur yang kuat dan ekspektasi harga yang meningkat, dapat membuat inflasi AS bertahan lebih lama. Kondisi ini berpotensi membuat The Fed lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga, sehingga dapat mendukung dolar dan yield Treasury AS. Sebaliknya, emas dan aset berisiko berpotensi menghadapi tekanan jika ekspektasi suku bunga tinggi kembali menguat.*
Sumber: Newsmaker.id