
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Aktivitas pembangunan rumah baru di Amerika Serikat (AS) kembali mengalami penurunan pada September 2026, mencerminkan lemahnya permintaan di sektor perumahan.
Berdasarkan data pemerintah AS yang dirilis Selasa (20/10/2026), pembangunan rumah baru atau housing starts turun 5,2% menjadi 1,22 juta unit secara tahunan, menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg yang memproyeksikan pembangunan sebesar 1,31 juta unit.
Pelemahan sektor perumahan semakin terlihat dari pembangunan rumah keluarga tunggal (single-family homes) yang merosot ke level terendah dalam satu tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar properti AS masih menghadapi tantangan di tengah tingginya biaya pembiayaan dan melemahnya daya beli masyarakat. Penurunan aktivitas konstruksi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap sektor-sektor terkait, seperti bahan bangunan, tenaga kerja konstruksi, dan industri properti, yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.
Data perumahan yang lebih lemah dari perkiraan dapat menjadi perhatian Federal Reserve menjelang keputusan suku bunga pada 27–28 Oktober mendatang. Jika perlambatan sektor properti terus berlanjut, pasar berpotensi mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan, sehingga memberikan tekanan terhadap dolar AS dan membuka peluang penguatan harga emas. Namun, tingginya inflasi serta lonjakan harga energi masih menjadi tantangan bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya. Dengan demikian, perkembangan sektor perumahan akan menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur ketahanan ekonomi AS menjelang akhir tahun.
Sumber: Newsmaker.id