
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) melemah pada perdagangan Senin (19/10/2026), mendekati level terendah dalam hampir satu bulan. Penurunan ini dipicu meredanya kekhawatiran inflasi akibat pelemahan harga minyak dunia serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke kisaran 5,079%, sementara tenor dua tahun melemah menjadi 4,717%, mendekati level terendah dalam dua pekan. Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya permintaan investor terhadap obligasi pemerintah AS sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Sentimen pasar turut dipengaruhi pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam forum International Monetary Fund (IMF) di Bangkok. Warsh menegaskan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas harga, tetapi tidak memberikan kepastian mengenai waktu perubahan suku bunga berikutnya. Sikap tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan mengambil pendekatan hati-hati sebelum kembali memperketat kebijakan moneter.
Berdasarkan CME FedWatch Tool sebagaimana dikutip dalam laporan, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 87% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC yang dimulai 28 Oktober. Sementara itu, penurunan harga minyak sekitar 2,3% setelah Presiden AS Donald Trump melonggarkan sanksi energi Rusia turut membantu meredakan tekanan inflasi dan mendukung pasar obligasi.
Di Eropa, kondisi berbeda terjadi akibat meningkatnya kerusuhan sosial di Prancis. Kekhawatiran terhadap stabilitas politik dan fiskal mendorong selisih imbal hasil obligasi Prancis dan Jerman melebar hingga sekitar 145 basis poin. Yield obligasi Jerman tenor 10 tahun relatif stabil di kisaran 3,412%, sementara tekanan terhadap surat utang Prancis menunjukkan meningkatnya premi risiko yang diminta investor.
Kesimpulan:
Penurunan yield Treasury AS mencerminkan meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober, didukung pelemahan harga minyak yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi.
Bagi pasar emas, penurunan yield obligasi AS berpotensi menjadi sentimen positif, karena mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan bunga. Sementara itu, dolar AS berpotensi menghadapi tekanan dari penurunan yield, meskipun pelemahan euro akibat ketidakstabilan Prancis dapat membatasi penurunannya.
Dalam jangka pendek, perhatian investor akan tertuju pada keputusan FOMC, data inflasi AS, serta perkembangan krisis fiskal Prancis untuk menentukan arah dolar, emas, dan pasar obligasi global.
Sumber: Newsmaker.id