
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Inflasi tahunan Inggris meningkat menjadi 3,5% pada September 2026, naik dari 3,1% pada Agustus dan melampaui perkiraan pasar sebesar 3,4%. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2025, menandakan tekanan harga kembali meningkat di tengah tingginya biaya energi.
Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar kenaikan inflasi, dengan laju inflasi mencapai 6,6% dari sebelumnya 4,6%. Harga bensin meningkat menjadi 169,5 pence per liter, sedangkan diesel mencapai 192,5 pence per liter. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia yang mendorong biaya bahan bakar semakin tinggi.
Tekanan harga juga terjadi pada sektor perumahan, komunikasi, serta rekreasi dan budaya. Sementara itu, inflasi inti meningkat menjadi 2,8% dari 2,6%, sedangkan inflasi sektor jasa naik menjadi 3,7%. Kondisi ini menunjukkan tekanan inflasi mulai meluas ke berbagai sektor perekonomian Inggris.
Kenaikan inflasi berpotensi membuat Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menjaga stabilitas harga. Dari sisi pasar keuangan, kondisi tersebut dapat mendukung penguatan pound sterling terhadap dolar AS. Namun, meningkatnya biaya hidup juga berisiko menekan konsumsi masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi Inggris.