
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Penjualan ritel Amerika Serikat yang dirilis hari Kamis (15/10) meningkat 0,8% secara bulanan pada September, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 0,3%. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya belanja di stasiun pengisian bahan bakar, setelah penjualan pada Agustus juga direvisi naik menjadi 1,3%.
Di luar kendaraan bermotor dan bahan bakar, penjualan ritel masih tumbuh 0,2%, sesuai perkiraan pasar. Sementara itu, penjualan kelompok kontrol yang menjadi indikator penting untuk mengukur tren konsumsi dalam perhitungan GDP naik 0,1%, lebih rendah dari ekspektasi 0,3%.
Data ini menunjukkan konsumsi rumah tangga AS masih cukup kuat meskipun tekanan harga dan biaya pinjaman tetap tinggi. Kekuatan konsumsi menjadi faktor penting karena belanja masyarakat merupakan salah satu penggerak utama perekonomian AS.
Dari sisi kebijakan moneter, data tersebut dapat menjadi pertimbangan tambahan bagi Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga. Jika konsumsi tetap kuat di tengah inflasi yang masih tinggi, ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat menjadi lebih besar.
Analisis Newsmaker: Retail sales yang lebih kuat dari perkiraan cenderung mendukung dolar dan yield AS karena menunjukkan ekonomi belum cukup lemah untuk membutuhkan pelonggaran agresif. Kondisi ini berpotensi menjadi tekanan bagi emas dan aset berisiko, terutama jika dikombinasikan dengan PPI AS yang juga menunjukkan tekanan inflasi tinggi.*
Sumber: Newsmaker.id