
Trending
.jpeg)
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senate dan House of Representatives dalam pemilu paruh waktu AS, menciptakan tantangan politik terbesar bagi Presiden Donald Trump sejak kembali ke Gedung Putih. Kemenangan tersebut mencerminkan ketidakpuasan pemilih terhadap kondisi ekonomi, kenaikan biaya hidup, serta dampak perang Iran terhadap harga energi.
Demokrat mencatat kemenangan di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi basis kuat Partai Republik. Di Senate, Demokrat membalik sejumlah kursi Republik, termasuk di Maine, Kansas, Texas, South Carolina, North Carolina, Iowa, dan Ohio. Di House, Demokrat juga memenangkan sejumlah distrik yang sebelumnya dengan mudah dimenangkan Republik pada pemilu 2024.
Perubahan kekuasaan di Kongres akan membuat agenda legislasi Trump jauh lebih sulit dijalankan. Mulai 3 Januari, pemerintahan Trump tidak lagi dapat mengesahkan undang-undang hanya dengan dukungan Partai Republik. Demokrat juga memperoleh kewenangan investigasi yang lebih besar, termasuk penggunaan subpoena serta kemungkinan memulai proses impeachment.
Pasar keuangan langsung merespons hasil tersebut. Futures S&P 500 sempat turun hingga 1,4% karena investor mengantisipasi meningkatnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi, termasuk sektor kecerdasan buatan. Di sisi lain, Treasury mendapat dukungan karena potensi political gridlock dinilai dapat membatasi tambahan belanja fiskal, sehingga yield obligasi turun dan ikut menekan dolar AS.
Meski demikian, kemenangan Demokrat tidak berarti Trump kehilangan seluruh kewenangannya. Presiden masih memiliki kekuatan eksekutif yang luas dalam kebijakan perdagangan, luar negeri, dan imigrasi. Trump juga menegaskan akan menggunakan hak veto terhadap legislasi yang dianggap tidak sesuai dengan agendanya.
Bagi dunia usaha, kemenangan Demokrat juga membuka potensi peningkatan investigasi terhadap perusahaan yang dianggap memiliki kedekatan dengan pemerintahan Trump. Fokus dapat mencakup kontrak pemerintah, persetujuan merger dan akuisisi, hingga hubungan bisnis antara perusahaan dan keluarga Trump.
Analisis Newsmaker: kemenangan Demokrat menciptakan Washington yang lebih terfragmentasi dan berpotensi membatasi ruang fiskal Trump selama dua tahun terakhir masa jabatannya. Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat menekan dolar dan yield karena pasar mengantisipasi belanja pemerintah yang lebih terbatas. Namun, dampaknya terhadap saham dan ekonomi tidak sepenuhnya bearish karena kebijakan perdagangan dan luar negeri masih berada dalam kendali Trump. Selanjutnya, pasar akan mencermati apakah gridlock politik justru menjadi sumber stabilitas fiskal atau memicu ketidakpastian baru bagi ekonomi AS. (arl)
Sumber: Newsmaker.id