
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Solid Gold Berjangka
Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,75%–4% pada pertemuan Oktober. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, sementara dua anggota FOMC, Lisa Cook dan Beth Hammack, memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Perubahan penting datang dari Ketua Fed Kevin Warsh yang mengumumkan perubahan format pertemuan kebijakan mulai 2027. Dari delapan pertemuan tahunan, satu pertemuan akan difokuskan khusus pada pembahasan strategi kebijakan moneter secara luas, sehingga hanya tujuh pertemuan yang digunakan untuk menentukan kebijakan suku bunga.
Memasuki 2028, perubahan tersebut akan diperluas. The Fed berencana mengalokasikan dua dari delapan pertemuan untuk pembahasan strategi moneter, sementara enam pertemuan lainnya tetap digunakan untuk keputusan kebijakan.
Perubahan ini membuat pasar mencermati bagaimana The Fed akan merespons perubahan ekonomi dan inflasi di masa mendatang. Dengan lebih sedikit pertemuan yang menghasilkan keputusan suku bunga, ruang bagi bank sentral untuk melakukan penyesuaian kebijakan secara langsung juga menjadi lebih terbatas.
Bagi pasar keuangan, perubahan jadwal tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga. Investor akan semakin bergantung pada data ekonomi, pidato pejabat The Fed, dan komunikasi resmi lainnya untuk membaca kemungkinan perubahan kebijakan.
Analisis Newsmaker: Keputusan ini tidak secara langsung berarti The Fed akan menjadi lebih dovish atau hawkish. Namun, berkurangnya pertemuan yang menghasilkan keputusan suku bunga membuat data ekonomi menjadi semakin penting. Inflasi, pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi penentu utama ketika pasar mencoba membaca langkah The Fed berikutnya. (srh)
Sumber: Newsmaker.id