
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Teheran akan tetap mengutamakan kepentingan nasional dalam menentukan langkah untuk mengakhiri perang dengan pasukan gabungan AS dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan saat Khamenei bertemu dengan Kepala Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei pada Selasa (27/10).
Dalam pertemuan itu, keduanya membahas upaya menjaga keamanan nasional dan regional, termasuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz serta memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga. Selat tersebut menjadi salah satu fokus utama karena merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak global.
Iran sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan damai dengan AS membutuhkan penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan pelonggaran sanksi. Sementara itu, Washington menuntut Teheran menghentikan ambisi nuklirnya sebagai bagian dari upaya menuju penyelesaian konflik.
Harapan terhadap jalur diplomasi meningkat setelah pejabat senior Arab Saudi, Turki, dan Pakistan mengunjungi Iran pada Senin. Pertemuan tersebut menjadi kontak tingkat tinggi pertama antara Teheran dan ketiga negara tersebut sejak konflik Timur Tengah meluas ke Yaman.
Di Yaman, kelompok Houthi yang didukung Iran masih terlibat konflik dengan pasukan yang didukung Arab Saudi. Pertempuran berlangsung di wilayah strategis yang menguasai jalur pelayaran Selat Bab el-Mandeb, sementara Houthi juga melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur penting di Arab Saudi.
Perkembangan tersebut terus menjadi perhatian pasar energi karena Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb merupakan jalur penting perdagangan minyak global. Meski arus pasokan melalui Hormuz mulai pulih, potensi eskalasi konflik masih menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman energi dan dapat mempertahankan premi risiko geopolitik pada harga minyak.
Sumber : Newsmaker.id