
Trending

Analisis & Opini
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas pada perdagangan Jumat (11/9) masih berada dalam tekanan setelah mengalami penurunan hampir 2% pada sesi sebelumnya. Spot gold bergerak di sekitar US$4.317 per troy ounce pada sesi Asia. Tekanan utama datang dari lonjakan yield Treasury AS tenor 10 tahun yang mendekati level 5% serta dolar AS yang bertahan kuat di sekitar 99,06. Kenaikan harga minyak Brent hingga mendekati US$110 per barel juga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat pasar semakin memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pekan depan.
Fokus utama pasar hari ini tertuju pada data CPI AS. Pasar memperkirakan CPI utama naik 0,4% secara bulanan, sementara Core CPI diperkirakan naik 0,2%. Jika Core CPI berada di 0,2% atau lebih rendah, kekhawatiran inflasi dapat mereda sehingga yield dan dolar berpeluang turun serta memberikan ruang rebound bagi gold. Sebaliknya, Core CPI yang mencapai 0,4% atau lebih tinggi dapat semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan memberikan tekanan lanjutan terhadap emas. Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor pendukung safe haven, tetapi untuk sementara dampaknya kalah kuat dibanding lonjakan yield dan kekhawatiran inflasi.
Secara teknikal, pergerakan gold masih menunjukkan kecenderungan bearish selama harga bertahan di bawah area US$4.400. Penurunan di bawah low sebelumnya sekitar US$4.323 menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat. Area US$4.300 menjadi support psikologis terdekat yang perlu diperhatikan. Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju kisaran US$4.250.
Sementara itu, resistance awal berada di sekitar US$4.350–US$4.360, kemudian US$4.400–US$4.420. Rebound menuju area tersebut masih dapat dianggap sebagai pemulihan teknikal selama harga belum mampu bertahan di atas US$4.400. Jika CPI malam ini lebih dingin dan gold berhasil kembali menembus US$4.400–US$4.420, peluang pemulihan menuju US$4.450 akan terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$4.300 dapat membuat tren bearish kembali mendominasi.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id