Nikkei 225 Melemah 1,66%, Saham Jepang Ditutup di Zona Merah
Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (10/06). Indeks Nikkei 225 turun 1,66% setelah tekanan jual melanda sejumlah sektor utama, terutama sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi. Pelemahan ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap kondisi pasar yang bergerak cukup volatil.
Meski indeks utama melemah, beberapa saham masih berhasil mencatatkan penguatan. Mitsubishi Estate menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik setelah naik 5,18% ke level 4.162. Oriental Land juga menguat 4,30% ke level 2.292,50, sementara Dainippon Screen Mfg. naik 4,22% dan ditutup di level 12.980.
Di sisi lain, tekanan besar datang dari saham-saham yang mencatat penurunan tajam. Taiyo Yuden menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah anjlok 12,91% ke level 15.655. Furukawa Electric turun 11,74% ke level 41.040, sedangkan Sumitomo Electric Industries melemah 11,71% ke level 10.630. Koreksi tajam pada saham-saham tersebut ikut membebani pergerakan indeks secara keseluruhan.
Secara luas, jumlah saham yang melemah di Bursa Efek Tokyo lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Tercatat 1.884 saham bergerak turun, sementara 1.663 saham menguat dan 219 saham lainnya ditutup stagnan. Indeks volatilitas Nikkei juga naik 0,59% ke level 32,65, menandakan ketidakpastian pasar masih cukup terasa.
Dari pasar komoditas dan valuta asing, harga minyak mentah bergerak tipis melemah, dengan WTI berada di sekitar US$88,17 per barel dan Brent di kisaran US$91,43 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 1,38% ke level US$4.227,30 per troy ounce. Di pasar mata uang, USD/JPY naik tipis ke 160,38, EUR/JPY menguat ke 185,22, dan indeks dolar AS bergerak sedikit naik ke level 99,91. (asd)
Sumber: Newsmaker.id