Nikkei Turun 1,2%, Investor Khawatir Eskalasi Timur Tengah
Bursa saham Jepang melemah pada perdagangan Rabu (10/06), setelah sentimen investor memburuk akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 turun 1,2% ke bawah level 65.000, sementara indeks Topix melemah 0,4% ke level 3.880.
Pelemahan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Washington menyebut serangan tersebut sebagai tindakan pertahanan diri setelah sebuah helikopter militer AS ditembak jatuh. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali khawatir terhadap risiko geopolitik yang dapat mengganggu stabilitas pasar global.
Tekanan terhadap saham Jepang juga datang dari pelemahan Wall Street, terutama pada sektor teknologi. Saham-saham semikonduktor kembali mengalami tekanan jual, sehingga ikut membebani pergerakan saham teknologi dan perusahaan terkait kecerdasan buatan di Jepang.
Dari dalam negeri, data ekonomi menunjukkan inflasi grosir Jepang naik menjadi 6,3% secara tahunan pada Mei. Kenaikan ini menjadi laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun, terutama karena melonjaknya biaya energi. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran bahwa tekanan harga di Jepang masih cukup kuat.
Saham-saham teknologi dan chip menjadi penekan utama pasar. Kioxia Holdings turun 3,6%, Taiyo Yuden melemah 3%, SoftBank Group anjlok 8,4%, Murata Manufacturing turun 4,2%, dan Fujikura merosot 6,7%. Namun, Tokyo Electron bergerak berlawanan arah dengan melonjak 6,9% dan mencetak rekor tertinggi baru. (asd)
Sumber: Newsmaker.id