Nikkei Turun di Tengah Lonjakan Minyak, Volatilitas Opsi Naik Tajam
Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis(12/3), dengan indeks Nikkei 225 turun 1,05% di Tokyo. Pelemahan dipimpin sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi, mencerminkan sentimen yang kembali defensif di tengah kenaikan harga energi.
Di antara saham yang menguat, Shin-Etsu Chemical naik 4,08% ke 6.401 dan menyentuh level tertinggi 52 minggu. Kawasaki Heavy Industries menguat 3,82% ke 16.715, sementara Mitsubishi Heavy Industries naik 3,57% ke 4.781.
Di sisi pelemahan, Denka turun 6,01% ke 3.346, Japan Exchange Group melemah 5,58% ke 1.861,50, dan SUMCO turun 4,87% ke 1.623. Secara keseluruhan, breadth pasar sangat negatif: 3.128 saham turun versus 536 saham naik, dengan 142 tidak berubah.
Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 31,92% ke 42,94, menandakan premi risiko di pasar opsi meningkat setelah sesi-sesi sebelumnya yang bergejolak. Lonjakan volatilitas ini sejalan dengan pergerakan tajam lintas aset dan sensitivitas pasar terhadap headline energi dan geopolitik.
Di komoditas, WTI April melonjak 5,42% ke US$91,98 per barel dan Brent Mei naik 5,86% ke US$97,37, memperkuat tekanan biaya energi yang berpotensi membebani sentimen ekuitas. Emas berjangka April turun tipis 0,13% ke US$5.172,59 per troy ons. Di FX, USD/JPY relatif datar di 158,94 dan EUR/JPY turun 0,16% ke 183,57, sementara indeks dolar berjangka naik 0,16% ke 99,39.(alg)
Sumber: Newsmaker.id