Hang Seng Turun, Risiko Hormuz Tekan Sentimen Lagi
Indeks Hang Seng melemah 102 poin atau 0,4% ke 26.290 pada Senin (11/05), berbalik dari penguatan awal seiring sentimen investor memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru Iran sebagai “totally unacceptable”. Pernyataan itu menambah keraguan atas peluang gencatan senjata yang lebih tahan lama dalam konflik Timur Tengah yang telah berlangsung sekitar 10 pekan.
Kekhawatiran pasar meningkat karena risiko gangguan pengiriman di Selat Hormuz dipandang bisa bertahan lebih lama. Kekhawatiran tersebut mendorong harga minyak naik tajam dan menekan risk appetite di kawasan, sehingga bursa Asia cenderung defensif.
Di Hong Kong, saham sektor keuangan dan layanan teknologi memimpin pelemahan. Sejumlah saham yang menekan indeks antara lain Tencent (-0,9%), Pop Mart (-1,8%), HKEX (-0,8%), Kuaishou (-3,6%), dan Xiaomi (-1,3%).
Investor juga cenderung menahan posisi menjelang rilis data pertumbuhan PDB kuartal I Hong Kong pada pekan ini. Data tersebut dipantau sebagai sinyal tambahan tentang kekuatan pemulihan ekonomi setempat dan potensi arah sentimen pasar berikutnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id