Hang Seng Melonjak Ditengah Aksi Bagain Hunting dan Dukungan Kebijakan
Bursa Hong Kong menguat pada Selasa (24/3), dengan Hang Seng naik 681 poin atau 2,8% dan ditutup di 25.064. Kenaikan ini menghentikan tren turun tiga hari beruntun, ditopang penguatan lintas sektor saat investor melakukan bargain hunting setelah pasar lokal sempat menyentuh level terendah sejak awal Agustus.
Sentimen juga membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyebut adanya pembicaraan “produktif” dengan pejabat Iran, meski Teheran membantah adanya negosiasi. Sinyal de-eskalasi tersebut memberi “ruang napas” sementara bagi pasar yang sebelumnya tertekan oleh volatilitas energi dan kekhawatiran konflik.
Dari Tiongkok daratan, saham ikut rebound setelah muncul laporan bahwa China akan memangkas setengah rencana kenaikan harga bahan bakar untuk meringankan beban pengemudi. Selain itu, Gubernur People’s Bank of China (PBoC) Pan Gongsheng menegaskan komitmen untuk menjaga kebijakan tetap suportif guna mendorong pertumbuhan yang stabil dan menjaga stabilitas pasar keuangan—faktor yang membantu memperkuat risk appetite.
Meski demikian, kehati-hatian masih terlihat menjelang rilis data perdagangan Hong Kong untuk Februari, menyusul perubahan posisi pada Desember yang berbalik ke defisit. Data ini menjadi fokus karena dapat memberi sinyal kekuatan permintaan eksternal dan kondisi aktivitas ekonomi.
Dari sisi saham individual, Alibaba Hong Kong naik 3,3% setelah memperkenalkan chip generasi baru untuk agentic AI. China Resources Beer melonjak 8,2% seiring laporan penjualan yang lebih kuat. Li Ning naik sekitar 0,44% setelah memberikan panduan (guidance) yang positif. Cathay Pacific menguat 1,7% setelah memperpanjang pembatalan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga Mei.
Inti Newsmaker: reli indeks Hang Seng didorong kombinasi “bagain hunting” pasca sell-off, sinyal kebijakan yang lebih suportif dari China, serta harapan de-eskalasi geopolitik. Namun, pasar masih akan sensitif terhadap headline Iran dan data perdagangan Hong Kong yang dapat menguji kekuatan pemulihan ini.(yds)
Sumber: Newsmaker.id