Hang Seng Melemah di Tengah Sentimen Risk-Off akibat Konflik Timur Tengah
Saham-saham Hong Kong ditutup melemah pada Senin (23/3) di tengah menguatnya sentimen risk-off setelah konflik di Timur Tengah memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi. Indeks acuan Hang Seng turun 3,5% dan berakhir di 24.382,47, mencerminkan tekanan luas di pasar Asia yang sangat bergantung pada energi dari kawasan Teluk.
Menurut Jude Lin dari WRISE Private Singapore, ketergantungan Asia yang tinggi terhadap energi Timur Tengah membuat pasar terpukul oleh dampak perang Iran. Ia menilai penargetan infrastruktur energi vital di kawasan Teluk secara sengaja telah menakuti investor dan mendorong pasar masuk ke mode risk-off yang lebih tegas, seiring meningkatnya risiko inflasi dan ketidakpastian pertumbuhan.
Di antara konstituen Hang Seng, Laopu Gold memimpin pelemahan dengan penurunan 8,6% menjelang rilis laporan kinerja. China Hongqiao ditutup turun 8,1%, sementara AIA melemah 7,8%, menegaskan tekanan merata pada saham-saham besar di Hong Kong.
Inti Newsmaker: selama konflik terus menekan jalur energi dan memicu volatilitas minyak, bursa Asia—termasuk Hong Kong—cenderung tetap defensif. Risk-off berpotensi bertahan hingga ada sinyal stabilisasi yang nyata pada pasokan energi dan eskalasi konflik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id