Hang Seng Turun Lagi, Risiko Global dan Inflasi Energi Tekan Sentimen
Indeks Hang Seng turun 223 poin atau 0,9% dan ditutup di 25.277 pada Jumat, memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua beruntun saat mayoritas sektor melemah. Sentimen tetap hati-hati setelah bank sentral global memperingatkan perang di Timur Tengah bisa menghidupkan kembali inflasi, sementara IMF menilai dampak ekonomi sangat bergantung pada durasi dan intensitas konflik.
Saham teknologi dan konsumer mencatat penurunan paling dalam, dengan sektor properti juga melemah. Secara mingguan, Hang Seng membukukan penurunan tiga pekan beruntun, turun 0,7%, di tengah kekhawatiran dukungan kebijakan China bisa tertunda hingga tekanan terhadap pertumbuhan terlihat lebih jelas.
Dari Beijing, PBoC mempertahankan suku bunga pinjaman utama di level terendah untuk bulan ke-10 pada Maret. Namun lonjakan harga minyak akibat konflik Iran dinilai bisa mempercepat keluarnya China dari fase deflasi lebih cepat dari perkiraan, menambah ketidakpastian bagi arah kebijakan berikutnya. Kerugian pasar sedikit tertahan oleh data yang menunjukkan tingkat pengangguran pemuda China turun ke level terendah 8 bulan pada Februari.
Di level saham, Xiaomi turun 7,8%, disusul SMIC -4,9%, China Unicom -4,5%, dan Sunny Optical -3,5%. Pelaku pasar menunggu rilis inflasi Hong Kong Februari dan neraca transaksi berjalan Q4 yang dijadwalkan keluar hari ini. (asd)
Sumber : Newsmaker.id