Saham Eropa stagnan; Produsen mobil mewah Mercedes naik 4,5%
Saham-saham Eropa diperdagangkan relatif stagnan pada hari Rabu, dengan beberapa saham khususnya didorong oleh laporan laba, karena investor menunggu kesimpulan pertemuan Federal Reserve AS.
Indeks Stoxx 600 pan-Eropa melemah 0,03% pada pukul 15.45 di London (11.45 ET), dengan sebagian besar indeks dan sektor utama positif.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,6%, FTSE MIB Italia menguat 0,3%, dan IBEX 35 Spanyol, yang belakangan berkinerja baik, naik 0,5%.
Sementara itu, DAX Jerman turun 0,5%, sementara CAC 40 Prancis terakhir terlihat turun 0,1%.
Peristiwa penting bagi pasar adalah pemangkasan suku bunga The Fed hari ini, dengan pemangkasan seperempat poin yang secara luas dianggap sebagai kesepakatan yang telah ditentukan oleh para pedagang. Jika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bertindak sesuai perkiraan, suku bunga dana federal akan berada di kisaran 3,75%-4,00%.
Yang kurang pasti adalah apakah Ketua Jerome Powell akan menyampaikan nada dovish dalam komentar pasca-pertemuan.
Menyusul potensi pemangkasan minggu ini, 84% responden memperkirakan pemangkasan lagi pada bulan Desember, dan 54% memperkirakan pemangkasan ketiga pada bulan Januari, menurut Survei The Fed CNBC bulan Oktober. Pemangkasan suku bunga sebesar 100 basis poin diperkirakan akan terjadi tahun ini dan tahun depan, sehingga suku bunga dana federal (Fed Fund Rate/FFR) turun menjadi 3,2% pada akhir tahun 2026.
Di Eropa, Grup Mercedes-Benz Jerman pada hari Rabu melaporkan penurunan laba operasional kuartal ketiga sebesar 70%, dengan alasan biaya terkait ribuan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena berupaya menghemat 5 miliar euro ($5,81 miliar) pada tahun 2027. Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) mencapai 750 juta euro untuk kuartal tersebut, turun tajam dari 2,5 miliar euro pada periode yang sama tahun lalu.
Produsen mobil mewah ini, seperti rekan-rekan industrinya di Eropa, menghadapi tantangan berat karena permintaan Tiongkok yang kuat dan peningkatan biaya akibat tarif AS yang membebani mereka. Meskipun demikian, saham Mercedes-Benz Group menguat 4,5% pada hari Rabu, memangkas beberapa kenaikan sebelumnya yang menempatkan perusahaan di jalur untuk mencatat hari perdagangan terbaiknya sejak Juli 2022.
Saham UBS
turun 1,1% setelah raksasa perbankan Swiss itu membukukan laba bersih sebesar $2,5 miliar selama kuartal ketiga, melampaui perkiraan analis sebesar $1,85 miliar, karena pendapatan sebesar $12,76 miliar juga melampaui ekspektasi.
Santender
membukukan rekor laba sembilan bulan, naik 7,8% year-on-year, yang dikaitkan oleh bank tersebut dengan kinerja bisnis dan efisiensi yang kuat, seperti penyederhanaan operasional, penurunan kredit macet dan risiko kredit, serta peningkatan jumlah nasabah. Sahamnya terakhir kali terlihat menguat 4,3% pada hari Rabu.
Pendapatan perusahaan mencapai 15,3 miliar euro pada kuartal ketiga, naik 1% year-on-year tetapi sedikit meleset dari estimasi analis, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG. Namun, laba operasional bersihnya sedikit lebih tinggi di angka 8,99 miliar euro, meningkat 2% dibandingkan kuartal tahun lalu. Perusahaan tetap mempertahankan target pendapatannya untuk tahun 2025 sebesar 62 miliar euro.
Namun, anak perusahaan Santander di Inggris menunda laporan keuangannya menyusul putusan pengadilan pada hari Jumat yang memutuskan bahwa perusahaan harus mengungkapkan komisi dealer atas transaksi pembiayaan otomotif, sebagai bagian dari dampak skandal pembiayaan otomotif.(CP)
Sumber: CNBC