Saham Asia Ngegas Gara-Gara AI, Sekarang Tinggal Nunggu The Fed
Pasar saham Asia dibuka menguat pada Rabu (29/10), kebawa sentimen positif dari Wall Street. Investor lagi yakin tren kecerdasan buatan (AI) masih bisa ngedorong laba perusahaan teknologi besar, dan di saat yang sama taruhan makin kuat bahwa The Fed bakal nurunin suku bunga. Saham Jepang dan Korea Selatan naik, sementara Hong Kong libur. Di AS, S&P 500 naik tipis, tapi saham-saham raksasa teknologi grup “Magnificent Seven” lanjut gas dan naik sekitar 1,3%. Dolar AS melemah tiga hari beruntun, minyak masih lemah karena tanda suplai berlebih, dan emas sedikit naik setelah tiga hari turun.
Nama-nama big tech masih jadi mesin pasar. Nvidia lompat hampir 5% setelah CEO Jensen Huang ngumumin banyak kerja sama baru dan nge-play down kekhawatiran “bubble AI”. Pemasok chip AI-nya, SK Hynix, juga ikut rally setelah lapor laba rekor. Minggu ini makin panas karena lima perusahaan teknologi raksasa AS yang bobotnya kira-kira seperempat indeks S&P 500 akan rilis laporan keuangan antara Rabu dan Kamis. Investor lagi ngecek: duit miliaran dolar buat infrastruktur AI itu beneran balik jadi profit, atau cuma harapan.
Sentimen risk-on juga dibantu faktor makro dan geopolitik. Pasar ngeliat peluang deal antara AS dan China setelah laporan bahwa AS siap mengurangi beberapa tarif kalau Beijing ngerem ekspor bahan kimia prekursor fentanil. Hal ini bikin komoditas kayak tembaga naik mendekati rekor, sementara emas agak turun dari puncaknya karena orang mulai merasa risiko global sedikit reda. Selain itu, pemerintahan Trump juga mau teken kerja sama teknologi dengan Korea Selatan di bidang AI, komputasi kuantum, dan 6G bagian dari persaingan ngamanin dominasi teknologi lawan China.
Sekarang semua mata pindah ke The Fed. The Fed diperkirakan bakal motong bunga 0,25 poin persentase, dan pasar berharap Jerome Powell kasih sinyal kapan bank sentral berhenti “ngerempes” neraca lewat quantitative tightening. Tapi Powell kemungkinan bakal ngomong hati-hati banget, karena di internal The Fed sendiri masih kebagi dua antara yang takut ekonomi melambat dan yang masih khawatir inflasi. Intinya: AI masih jadi motor, Wall Street masih optimis, Asia ikut ketularan naik tapi arah selanjutnya bakal ditentukan sama apa yang The Fed bilang malam ini.(asd)
Sumber: Bloomberg