Bursa Asia Merosot, Sentimen Global Kacau!
Pasar saham Asia dibuka melemah pada Kamis pagi, mengikuti gejolak di Wall Street yang berakhir dengan kerugian luas di hampir semua sektor. Indeks di Jepang dan Korea Selatan turun lebih dari 1% di awal perdagangan, tertekan oleh laporan keuangan yang mengecewakan dari sejumlah perusahaan besar AS. Saham teknologi seperti Netflix anjlok 10%, sementara Tesla turun setelah hasil keuangannya tidak memenuhi ekspektasi, meski penjualan meningkat tajam.
Kekhawatiran pasar makin dalam setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak ke Tiongkok, yang memicu kembali ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Di saat bersamaan, harga minyak melonjak hampir 3% setelah AS menjatuhkan sanksi baru terhadap dua produsen minyak terbesar Rusia, sebagai upaya menekan Presiden Vladimir Putin agar menghentikan perang di Ukraina.
Di Jepang, saham-saham teknologi juga terpuruk. Saham Disco Corp. dan Lasertec Corp. anjlok lebih dari 4% setelah Perdana Menteri baru, Sanae Takaichi, mengumumkan rencana stimulus ekonomi untuk membantu masyarakat menghadapi inflasi yang terus menekan. Investor kini menanti detail kebijakan tersebut, di tengah ketidakpastian global dan melemahnya minat terhadap saham-saham berisiko di seluruh dunia.
Dari Amerika Serikat, Federal Reserve dikabarkan tengah menyiapkan revisi besar terhadap aturan modal bank besar di Wall Street, yang akan melonggarkan regulasi era Biden. Namun, The Fed kini kehilangan akses terhadap data ketenagakerjaan sektor swasta dari penyedia independen akibat penutupan sebagian pemerintahan federal. Situasi ini membuat pembuat kebijakan AS semakin kekurangan informasi ekonomi penting di saat pasar global sedang bergejolak.
Inti poin:
Saham Asia jatuh karena efek domino dari Wall Street, ketegangan dagang AS–China, sanksi baru untuk Rusia, dan kekacauan data ekonomi di AS.(asd)
Sumber: Newsmaker.id