• Thu, Mar 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 October 2025 07:29  |

Asia Melemah di Pembukaan, Emas Bertahan di $4.000

Rabu, 8 Oktober 2025: Saham-saham Asia dibuka sedikit melemah. Indeks MSCI regional turun sekitar 0,2%, dipimpin oleh pelemahan di sektor teknologi, menyusul pelemahan Wall Street (S&P 500 -0,4%). Di sisi komoditas, emas mendekati $4.000/oz, mengonfirmasi minat terhadap aset safe haven. Yen melemah untuk hari kelima ke level terendah sejak Februari, karena pasar mencerna kemenangan Sanae Takaichi sebagai pemimpin baru Partai Demokrat Liberal (LDP).

Di AS, kekhawatiran tentang "gelembung AI" muncul kembali setelah serangkaian kesepakatan bernilai miliaran dolar dalam infrastruktur AI. Risiko aksi ambil untung dianggap tinggi, terutama di Nasdaq, meskipun beberapa analis yakin tidak ada pemicu baru yang secara serius mengancam tren bullish. Sentimen tetap rapuh karena valuasi yang terlalu tinggi, ketidakpastian penutupan, dan rotasi sementara dari saham-saham teknologi. Di sisi kebijakan, komentar dari para pejabat The Fed beragam: beberapa melihat ruang untuk pelonggaran lebih lanjut, sementara yang lain memperingatkan bahwa pemotongan agresif dapat memicu inflasi. Di kawasan ini, Vietnam ditingkatkan statusnya menjadi pasar berkembang oleh FTSE Russell (berpotensi membuka pintu masuk bagi arus modal), sementara RBNZ dan Bank of Japan diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin hari ini. Harga minyak sedikit menguat setelah laporan industri menunjukkan penurunan persediaan di pusat Cushing di AS.

Berita perusahaan: xAI (didukung oleh Elon Musk) menargetkan pendanaan hingga $20 miliar, termasuk investasi ekuitas dari Nvidia. Saham Oracle anjlok setelah laporan margin cloud di bawah ekspektasi. Tesla merilis varian baru model andalannya di bawah $40.000 untuk mengimbangi hilangnya insentif kendaraan listrik AS. Dell menaikkan proyeksi pertumbuhannya untuk dua tahun ke depan, dengan permintaan AI diperkirakan akan terus berlanjut setidaknya hingga tahun fiskal 2030. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun karena Batas Waktu Tarif Trump Mendekat

Saham Asia merosot saat pembukaan karena Gedung Putih terus maju dengan tarif besar-besaran pada mitra dagang termasuk pungut...

9 April 2025 07:25
MARKET UPDATE

Bursa Saham Asia Berfluktuasi karena Petunjuk tentang Kering...

Bursa saham tetap bergejolak di Asia setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengisyaratkan pemerintahan Trump akan men...

5 March 2025 07:32
BIAS23.com NM23 Ai