Dolar Melemah, Deal AS–Iran Pangkas Safe Haven
Dolar AS melemah terhadap mata uang G-10 setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,3%, melanjutkan pelemahan 0,4% pada pekan lalu, seiring investor mulai melepas permintaan terhadap dolar sebagai aset aman.
Penurunan dolar juga terjadi bersamaan dengan turunnya imbal hasil Treasury AS dan harga minyak. Yield Treasury tenor 2 tahun turun 5 bps ke 4,03%, sementara Brent anjlok hampir 5% ke sekitar US$83/barel. Kombinasi ini menunjukkan pasar mulai menilai risiko inflasi energi dan eskalasi geopolitik dapat mereda jika Hormuz benar-benar dibuka.
Kesepakatan AS–Iran disebut akan membuka jalan bagi 60 hari negosiasi mengenai program nuklir Iran. Pejabat kedua negara dijadwalkan bertemu di Swiss pada 19 Juni untuk menandatangani perjanjian. Namun, belum ada teks resmi yang dirilis, sehingga beberapa detail penting masih belum jelas.
Karena itu, pasar tetap berhati-hati. Kesepakatan ini memang konstruktif, tetapi masih dibayangi skeptisisme karena fondasinya dinilai rapuh. Banyak detail teknis belum ditandatangani, termasuk mekanisme pembukaan Hormuz, status blokade, dan tahapan negosiasi nuklir.
Dari sisi pasar FX, pelemahan dolar terutama mencerminkan turunnya premi risiko geopolitik. Jika kesepakatan berjalan dan arus energi kembali normal, dolar bisa kehilangan sebagian dukungan safe haven. Namun jika detail perjanjian.(asd)
Sumber: Newsmaker.id