Pasar Asia Ragu-Ragu
Pasar saham Asia dibuka dengan pergerakan terbatas pagi ini. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,7%, sementara saham di Korea Selatan dan Australia justru menguat. Di sisi lain, kontrak berjangka saham AS naik 0,2%, memberi sinyal kalau aksi beli saat koreksi (dip buying) Jumat lalu bisa berlanjut hari ini.
Sementara itu, harga minyak mentah WTI turun 1% setelah muncul kabar bahwa OPEC+ sedang mempertimbangkan kenaikan suplai minyak untuk November. Jumlahnya disebut-sebut bisa melebihi rencana kenaikan 137.000 barel per hari yang sudah dijadwalkan untuk Oktober. Kabar ini langsung menekan harga, karena pasar khawatir suplai berlebih bisa menekan harga lebih dalam.
Dari Amerika Serikat, pelaku pasar juga sedang menunggu kabar soal potensi shutdown pemerintahan jika kesepakatan anggaran darurat tidak tercapai sebelum Selasa. Hal ini penting karena bisa menunda rilis data tenaga kerja, termasuk laporan Non-Farm Payrolls (NFP) hari Jumat yang jadi acuan penting bagi keputusan suku bunga The Fed.
Fokus investor Asia juga mulai bergeser ke China menjelang libur panjang Golden Week. Data terbaru menunjukkan keuntungan industri China naik 20,4% pada Agustus pertumbuhan pertama dalam empat bulan. Ini jadi sinyal awal bahwa tekanan deflasi mulai mereda. Di pekan ini, pasar juga akan mencermati keputusan suku bunga dari bank sentral Australia dan India, serta data aktivitas manufaktur dan jasa di China.(ads)
Sumber: Bloomberg