• Thu, Mar 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 September 2025 23:42  |

Saham Eropa ditutup menguat seiring investor mencerna keputusan ECB dan inflasi AS

Pasar saham Eropa ditutup menguat pada hari Kamis, seiring investor mencermati keputusan suku bunga terbaru dari Bank Sentral Eropa dan data inflasi utama AS.

Indeks Stoxx 600 pan-Eropa ditutup menguat 0,51%, mempertahankannya di jalur untuk kenaikan mingguan.

Saham otomotif membalikkan penurunan sebelumnya dan ditutup menguat 1,27%, dipimpin oleh Stellantis yang menguat sepanjang sore hingga mengakhiri sesi dengan kenaikan 9,18%. CEO Antonio Filosa mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan akan memperkenalkan kembali model-model termasuk Jeep Cherokee dan truk RAM 8 silinder untuk menghidupkan kembali arus kas setelah penurunan penjualan baru-baru ini.

Investor juga mencermati data inflasi AS, yang menunjukkan harga konsumen naik sesuai dengan perkiraan sebesar 2,9% year-on-year pada bulan Agustus. Angka bulanan menunjukkan peningkatan 0,4%, tepat di atas perkiraan 0,3% dalam jajak pendapat Dow Jones, sementara data ketenagakerjaan menunjukkan peningkatan yang mengejutkan dalam pengajuan kompensasi pengangguran mingguan.

Taruhan pasar terhadap penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan September sebagian besar tidak berubah setelah rilis data tersebut, dengan alat FedWatch CME menunjukkan probabilitas sekitar 90% untuk penurunan seperempat poin persentase dan peluang 10% untuk penurunan setengah poin yang lebih besar. Pasar saham AS dibuka lebih tinggi pada hari Kamis.

Sementara itu, para analis berbeda pendapat mengenai kemungkinan ECB memilih pemangkasan suku bunga lagi tahun ini, setelah sebelumnya menurunkan suku bunga acuannya menjadi 2% dari 3% pada tahun 2025.

Dalam proyeksi makroekonomi terbaru, ECB menyatakan bahwa prospeknya sebagian besar tidak berubah, dengan inflasi inti diperkirakan rata-rata 2,1% pada tahun 2025 dan 1,7% pada tahun 2026.

Yael Selfin, kepala ekonom di KPMG, mengatakan bahwa bank sentral tetap "membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga lagi tahun ini" karena adanya risiko terhadap prospek pertumbuhan. Namun, Sylvain Broyer, kepala ekonom EMEA di S&P Global Ratings, mengatakan bahwa bank sentral telah "selesai" melakukan pemangkasan di tengah inflasi sektor jasa dan pangan yang masih lesu.(CP)
Sumber: CNBC

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun karena Batas Waktu Tarif Trump Mendekat

Saham Asia merosot saat pembukaan karena Gedung Putih terus maju dengan tarif besar-besaran pada mitra dagang termasuk pungut...

9 April 2025 07:25
MARKET UPDATE

Bursa Saham Asia Berfluktuasi karena Petunjuk tentang Kering...

Bursa saham tetap bergejolak di Asia setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengisyaratkan pemerintahan Trump akan men...

5 March 2025 07:32
BIAS23.com NM23 Ai