Asia Beragam, Fokus pada IHK AS
Saham-saham Asia bergerak beragam pada hari Kamis setelah Wall Street menguat dan mendorong S&P 500 ke rekor baru. Penurunan inflasi harga produsen (PPI) AS memperkuat keyakinan bahwa The Fed dapat memangkas suku bunga lagi minggu depan. Di awal sesi, Australia melemah sementara Jepang berfluktuasi; kontrak berjangka AS terus menguat.
Di pasar obligasi, obligasi pemerintah AS stabil setelah reli hari Rabu, sementara utang Australia dan Selandia Baru menguat. Indeks dolar cenderung datar dan yen menguat terhadap dolar AS pada awal perdagangan Asia—mencerminkan mode "tunggu dan lihat" menjelang IHK malam ini.
Sentimen positif didorong oleh PPI AS pada bulan Agustus, yang turun 0,1% secara bulanan, dengan inflasi tahunan sebesar 2,6% dan inti yang mendingin. Hal ini memperkuat proyeksi penurunan suku bunga sebesar 25 bps pada 17 September, meskipun beberapa pelaku pasar masih mendiskusikan kemungkinan penurunan sebesar 50 bps jika IHK inti "di bawah ekspektasi," menurut BMO.
Agenda Asia hari ini mencakup ekspektasi inflasi Australia dan output industri Malaysia, sementara ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Dari perspektif korporasi, Alibaba berencana untuk mengumpulkan sekitar $3,17 miliar melalui obligasi konversi tanpa kupon—salah satu yang terbesar tahun ini—yang akan menekan ADR-nya di New York. (ayu)
Sumber: Newsmaker.id