Saham Asia Naik Menjelang Rilis Inflasi China
Pasar Asia-Pasifik dibuka sebagian besar lebih tinggi pada Rabu(10/9), menjelang rilis data inflasi Agustus dari China. Menurut survei Reuters, indeks harga konsumen (CPI) Agustus diperkirakan turun 0,2% dibanding tahun sebelumnya, setelah hasil Juli stagnan. Sementara itu, indeks harga produsen (PPI) diproyeksikan turun 2,9% yoy, membaik dari penurunan 3,6% pada Juli.
Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 dibuka naik 0,2%, sementara Topix bergerak datar. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga dibuka flat. Hong Kong diperkirakan positif, dengan kontrak berjangka Hang Seng diperdagangkan di level 25.957 dibanding penutupan terakhir 25.938,13. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,76% di awal perdagangan, dan Kosdaq naik 0,71%. Tingkat pengangguran musiman negara tersebut naik tipis menjadi 2,6% pada Agustus dari 2,5% di Juli, menurut data pemerintah.
Futures saham AS juga naik tipis pada jam perdagangan Asia, dengan pasar menantikan rilis data PPI terbaru Rabu malam dan CPI Kamis, untuk gambaran lebih jelas soal dampak inflasi terhadap ekonomi. Semalam, tiga indeks utama AS ditutup di level tertinggi sepanjang masa, seiring investor mengabaikan data tenaga kerja yang mengecewakan dan bertaruh pada pemangkasan suku bunga The Fed. S&P 500 naik 0,27% ke 6.512,61, Nasdaq Composite bertambah 0,37% ke 21.879,49 - rekor intraday terbaru. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 196,39 poin atau 0,43% ke 45.711,34, didorong lonjakan saham UnitedHealth. (azf)
Sumber: CNBC